postheadericon Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)



Sebelum kita dapat membahas isu-isu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kita perlu membahas secara lebih dalam isu-isu dan prioritas untuk pendidikan yang bermutu dan tujuannya KBM dalam proses mengarah ke pendidikan yang bermutu.

Apakah tujuan KBM adalah untuk menyampaikan informasi tertentu (pengetahuan) atau mengajar salah satu "skill" (keterampilan) kepada pelajarnya? Atau ada tujuan yang lebih luas?

Kami masih ingat pada waktu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) baru muncul di Indonesia secara formal. Di lapangan banyak guru sedang bingung. Bingung karena ada beberapa hal termasuk banyak kompetensi yang disebut dalam kurikulum yang bukan kompetensi, atau sangat sulit diukur. Salah satu masalah besar adalah guru-guru bingung karena mereka tidak dapat percaya bahwa mereka akan punya cukup waktu untuk mengajar les masing-masing untuk menyampaikan dan "assess" (menilaikan) begitu banyak kompetensi.

postheadericon Dua Puluh Lima Persen Guru PAUD Selesaikan Program S1



CILEGON - Meski tidak memiliki honor tetap, pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Cilegon, tetap semangat menjadi pendidik yang handal dan Profesional, terbukti sebanyak 25 % pendidik PAUD di Kota Cilegon, sedang menyelesaikan program pendidikan sarjana strata satu (S1) PAUD.

Dikatakan, Ketua Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Provinsi Banten, Titin, Rabu (3/3), ketika memberikan sambutan pada hari ulang tahun Himpaudi Kota Cilegon, kedua.

Menurut dia, tidak hanya itu sekitar 95% PAUD di Kota Cilegon sudah melaksanakan proses Akriditasi yang diselenggarakan Badan Akreditasi Nasional.


postheadericon UN Ulang, Cilegon Optimis, NTT Pesimis



SEJUMLAH daerah mulai merespon kegagalan Ujian Nasional yang kali ini cukup membuat banyak pihak tercengang.Berbagai respon yang terekam,masih beragam. Ada yang optimis, bahwa hasil UN yang diumumkan dua hari lalu masih belum final. Mereka masih berharap pada kesempatan ujian ulang, yang akan digelar pada 10 hingga 14 Mei mendatang.  Namun, tak sedikit pula yang bertahan, tetap pesimis pada ujian ulang, mengingat waktunya yang sudah terlalu mepet, dan kondisi siswa yang sudah terlanjur down.

Komisi D DPRD NTT langsung menggelar rapat mendadak, untuk menyikapi kian memburuknya hasil UN di provinsi tandus itu. "Hasil UN ini mencerminkan kegagalan pemerintah dalam menjalankan program pendidikan. Pemerintah harus bertanggung jawab," kata anggota komisi D Jimmy Sianto usai menggelar rapat tertutup dengan eksekutif lokal di sana.

Berita Terakhir

Pencarian

Memuat...

Pesan Kilat


ShoutMix chat widget

Statistik Kunjungan